• RSS
  • Email
  • Follow us
  • Become a fan
    • Beranda
    • Privacy Policy

SpicyTricks

  • Home
    • Sub cat Nav1
    • Sub Cat Nav2
  • cat Nav
  • cat Nav
  • cat Nav

Penghargaan Indonesia Most Admired CEO 2013 yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi menobatkan 20 CEO perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia menjadi The Most Admired CEO 2013. Salah satunya, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja yang hadir untuk menerima penghargaan tersebut di Hotel Crown Plaza, Jakarta.
Presdir BCA Jahja Setiaatmadja menerima penghargaan The Most Admired CEO.
Indonesia Most Admired CEO 2013 melakukan riset keunggulan-keunggulan para CEO di Indonesia dari sisi kepemimpinan, profesionalisme, kepribadian, prestasi (performance), dan juga shared value. Riset independen tersebut dilakukan dengan metode survey yang ditujukkan kepada 2.200 responden acak yang dilaksanakan pada periode 26 Desember 2012 hingga 16 Januari 2013.

Walaupun acak, responden yang dipilih adalah karyawan perusahaan swasta, BUMN, perusahaan asing di Indonesia yang bekerja minimal tiga tahun dengan jabatan terendah adalah manajer. Responden merupakan karyawan dari 16 sektor industri terkait dan sebanyak 74 persen dari total responden adalah laki-laki.

Sebagai seorang CEO, Jahja dinilai memiliki kinerja bisnis dan pribadi yang baik serta memperhatikan kesejahteraan karyawan. Jahja mempersembahkan penghargaan ini kepada segenap karyawan BCA yang telah bekerja keras mengabdi untuk menjadikan BCA sebagai bank yang selalu Senantiasa di Sisi Anda.

“Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan seluruh karyawan BCA yang setia mendukung kami dan juga tentunya dari para nasabah yang selalu setia men-support perkembangan Bank Central Asia,” terang Jahja.

Informasi lebih lanjut, kunjungi www.bca.co.id, atau hubungi Halo BCA di 500888 atau (021) 500888 via ponsel.

BCA Senantiasa di Sisi Anda
Mendukung peningkatan layanan di sektor transportasi massa, kartu prabayar Flazz dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hadir sebagai alat pembayaran / e-ticketing bus Transjakarta di koridor 1 (Blok M- Kota). Sebelumnya, Flazz juga dapat digunakan di TransJogja, Trans Pakuan-Bogor, dan Trans Solo Batik.
Flazz membuat transaksi pembayaran Transjakarta lebih cepat dan praktis.

Flazz membuat transaksi pembayaran Transjakarta lebih cepat dan praktis. Anda cukup menempelkan kartu Flazz pada reader yang ada di pintu masuk halte bus Transjakarta. Pembayaran diproses otomatis seketika itu juga (hanya dalam hitungan detik) dan saldo akan berkurang sebesar tarif yang berlaku. Lebih cepat dan praktis tanpa harus mengantri lama di loket dan tidak perlu lagi repot dengan uang receh.

Flazz merupakan solusi pembayaran bus Transjakarta yang cepat dan mudah. Kartu prabayar multifungsi ini menggunakan teknologi chip dan RFID (Radio Frequency Identification) di mana otorisasi transaksi pembayaran dilakukan langsung di chip kartu.

Pengisian ulang saldo (top up) Flazz sangat mudah, dengan minimum top up Rp.50.000 dan maksimum saldo tersimpan Rp. 1 juta, Flazz bisa diisi ulang di Booth Self Service Top Up Flazz di lokasi-lokasi strategis, ATM Non Tunai BCA, merchant-merchant bertanda "Flazz Isi Ulang" seperti di Alfamart, Indomaret, Carrefour, Superindo, Toko Buku Gramedia, Starbucks, Solaria, dan lain-lain. Flazz telah menambah fitur yang kian memudahkan pemakai saat mengisi saldo kartunya. Fitur tersebut yakni Top Up Tunai yang berupa transaksi pengisian dana ke dalam kartu Flazz dengan menggunakan sumber dana uang tunai.

Selain di bidang transportasi, Flazz juga dapat digunakan untuk pembayaran di berbagai gerai food and beverage, minimarket, supermarket, hipermarket, SPBU, parkir, toko buku, tempat rekreasi, dan banyak lagi jenis merchant lainnya di lebih dari 35 ribu outlet merchant. Flazz pun hadir dalam berbagai desain tema menarik, seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, Imlek, serta berbagai design menarik lainnya.

Segera dapatkan kartunya di berbagai stand dan outlet merchant penjualan Flazz dan nikmati berbagai kemudahannya. Informasi lebih lanjut, hubungi twitter @HaloBCA atau kunjungi www.bca.co.id.

BCA Senantiasa di Sisi Anda
Hunian yang nyaman tentunya menjadi dambaan setiap orang. PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) menyediakan berbagai solusi untuk mewujudkan hunian ideal yang diinginkan, salah satunya dengan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan perkembangan pengguna internet di Indonesia, BCA mencoba menghadirkan inovasi baru berupa layanan E-Form KPR BCA.
E-Form merupakan formulir aplikasi KPR BCA yang dapat diisi secara online.
E-Form merupakan formulir aplikasi KPR BCA yang dapat diisi secara online, kapan saja dan dimana saja. Kini, Anda tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengisi formulir pengajuan KPR di Kantor Cabang BCA.

Fasilitas yang mulai tersedia sejak awal Agustus 2012 ini dapat diakses dengan mengunjungi www.bca.co.id. Dalam website tersebut, Anda pun dapat melakukan simulasi kredit secara akurat sehingga dapat memiliki gambaran lebih terperinci tentang uang muka, angsuran bulanan hingga jangka waktu pinjamannya.

Sebelum mengisi formulir tersebut, setiap nasabah hendaknya telah membaca baik-baik seluruh informasi mengenai produk dan syarat ketentuan yang berlaku. Setelah proses pengisian formulir berhasil dilakukan, Anda akan memperoleh nomor referensi yang akan dikirim langsung oleh BCA melalui SMS dan email. Segera menuju Kantor Cabang Utama BCA yang menjadi pilihan Anda di area Jabodetabek dan bawa seluruh kelengkapan dokumen pengajuan KPR yang diminta untuk proses verifikasi.

Anda harus datang ke Kantor Cabang Utama BCA maksimal 10 hari kalender sejak formulir diajukan. Sertakan nomor referensi yang telah diterima dan selanjutnya Anda tinggal menunggu kabar dari tim verifikasi KPR BCA mengenai hasil pengajuan KPR yang Anda lakukan.

Pada saat ini, E-Form KPR BCA hanya dapat digunakan oleh nasabah yang berdomisili di Jabodetabek. Segera wujudkan hunian ideal Anda melalui KPR BCA. Gunakan Aplikasi E-Form KPR BCA untuk mempermudah proses pengajuan KPR Anda. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.bca.co.id atau hubungi Halo BCA di 500888 atau (021) 500888 dari ponsel.

BCA Senantiasa di Sisi Anda.
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang sangat luar biasa. Tercatat, pertumbuhan kelas menengah sebanyak 8 – juta penduduk per tahunnya dan saati ini jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 130 juta jiwa atau 56% dari total seluruh penduduk Indonesia. Definisi kelas menengah adalah mereka dengan pengeluaran per kapita US$ 2 – 20 per hari.
BCA berhasil meraih penghargaan dalam ajang Consumer 3000 Award 2013.
Kelas menengah memiliki selera dan kualitas gaya hidup tersendiri, termasuk merek-merek yang mereka sukai. Hal ini sangat menarik untuk diamati karena belum pernah ada survey yang khusus meneliti perilaku kelas menengah di Indonesia.

Meneliti perilaku kelas menengah di Indonesia, Majalah SWA dan lembaga riset Inventure melakukan survey “Perilaku Kelas Menengah dan Scorecard Index 2012”. Survey ini melibatkan 2.500 responden dari 9 kota besar di Indonesia dengan berusia antara 21 – 54 tahun dengan pengeluaran rumah tangga Rp 4 – 20 juta per bulan.

Menurut data riset Inventure, untuk kategori produk tabungan (konvensional), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memiliki Middle-Class Brand Indicator (MBI) tertinggi. Oleh karena itu, BCA berhasil meraih penghargaan untuk kategori Tabungan Konvensional dan Internet Banking dalam ajang Consumer 3000 Award 2013 yang diadakan di Gran Melia Hotel – Jakarta pada Rabu (27/2). Penghargaan diterima oleh Kepala Sub Divisi Manajemen Produk Dana dan Segmen Nasabah BCA Evans Charles.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih BCA menjadi merek pilihan yang mereka gunakan sehari-hari untuk produk perbankan. Kami akan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik sehingga BCA bisa selalu menjadi solusi bagi setiap kebutuhan,” tututr Evans.

Temuan hasil survey tersebut membuktikan keberhasilan BCA menjadi merek yang dipilih dan dipercaya kalangan menengah Indonesia. BCA dapat menyesuaikan diri untuk menghadapi segmen-segmen tertentu dengan mengedepankan insight untuk merek, menentukan bagaimana suatu produk harus dijual dan bagaimana cara mengkomunikasikannya.

Informasi lebih lanjut, kunjungi www.bca.co.id, atau hubungi Twitter @HaloBCA.

BCA Senantiasa di Sisi Anda
ada bagian sebelumnya kita telah mempelajari bahwa anak dan remaja lebih dikendalikan oleh emosi-emosi mereka daripada pemikiran rasional dan logis. Emosi ini menjelaskan mengapa anak dan remaja berperilaku demikian, termasuk pada perilaku yang merusak diri sendiri. Jadi jika kita ingin memotivasi mereka, sebaiknya kita pahami lebih dulu emosi yang mengendalikan mereka dan memanfaatkannya untuk mengarahkan perilaku dan pemikiran yang lebih memperdayakan.

Berikut adalah ketiga kebutuhan emosional anak:

1. Kebutuhan untuk merasa AMAN
Salah satu kebutuhan terkuat yang dibutuhkan soerang anak adalah perasaan aman. Aman didalam diri dan lingkungannya. Remaja mencari rasa aman dengan bergabung dengan sekelompok “geng” atau sekumpulan teman sebaya mereka, terlibat aturan sosial diantara mereka, serta meniru perilaku temannya.

Seorang psikolog Dr. Gary Chapman, dalam bukunya “lima bahasa cinta” mengatakan kita semua memiliki tangki cinta psikologis yang harus diisi, lebih tepatnya jika anak maka orangtuanya yang sebaiknya mengisi. Anak yang tangki cintanya penuh maka dia akan suka pada dirinya sendiri, tenang dan merasa aman. Hal ini dapat diartikan sebagai anak yang berbahagia dan memiliki “inner” motivasi.

Perlukah kita mempelajari dan mengetahui tangki cinta? Sangat perlu, saya seringkali merekomendasi para guru dan orangtua untuk mempelajari dan menemukan bahasa cinta anak mereka, dirinya dan pasangannya. Hal ini akan saya bahas pada artikel berikutnya).

Contoh, terdorong oleh rasa cinta kepada anaknya seorang ibu memarahi anaknya yang sedang bermain computer. “berhenti maen computer dan belajar sekarang” lalu apa yang ada dibenak anak? Mungkin “Hmpf… Ibu tidak sayang padaku, dan ingin mengendalikan aku serta keasyikanku” Nah, anak menerimanya sebagai hal yang negatif, komunikasi yang menghancurkan rasa cinta ini biasanya yang menjadi akar permasalahan orangtua dan anak, serta guru.

“Mencintai anak tidak sama dengan anak merasa dicintai”

Apa yang menyebabkan kebutuhan akan rasa aman tidak terpenuhi?
• Membandingkan anak dengan saudara atau orang lain
Ketika kita mengatakan “mengapa kamu tidak bisa menjaga kebersihan kamar seperti kakakmu”, “kenapa kamu tidak bisa menulis serapi Rudi”. Akan tumbuh perasaan ditolak, tidak diterima, mereka akan berpikir “papa/mama lebih suka dengan…” hal ini menumbuhkan sikap tidak suka dengan dirinya sendiri dan ingin menjadi orang lain. Mereka merasa aman dengan menjadi orang lain, bukan merasa aman dan nyaman menjadi dirinya sendiri.

• Mengkritik dan mencari kesalahan
Ketika kita mengatakan: “dasar anak bodoh, apa yang salah denganmu? Kenapa kamu tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar?”
Dapat dipastikan, akan menimbulkan perasaan dendam, tidak ada rasa aman dilingkungan rumah (jika hal ini sering terjadi dirumah).

• Kekerasan fisik dan verbal
Saya rasa tidak perlu dijelaskan lagi, hal ini sudah banyak kita temui di surat kabar dan berita ditelevisi, dan bahayanya atau akibatnya juga sering kita temui di media tersebut. Jika tidak ada rasa aman dalam rumah, maka seorang anak akan mencari perlindungan untuk memenuhi rasa aman mereka disemua tempat yang salah. Dan anak akan melakukan apa saja untuk mendapatkan rasa aman ini, mencari perhatian dengan cara yang salah.

2. Kebutuhan akan pengakuan (merasa penting) dan diterima atau dicintai

Jarang sekali orangtua membuat anak-anak mereka merasa penting dan diakui dirumah. Sebaliknya banyak orangtua yang membuat anak mereka merasa kecil dan tidak berarti dengan ancaman: “lebih baik kerjakan PR-mu sekarang, atau…”

Apa yang ada dalam pikiran anak jika diperlakukan seperti itu? Kita orangtua justru senang jika anak melakukan hal yang kita perintah, tapi yang ada dipikiran anak adalah mereka merasa kalah dengan melakukan apa yang diperintahkan orangtua dengan cara seperti itu. Sehingga banyak anak yang menunda atau tidak mengerjakan apa yang ditugaskan orangtua (bahkan dengan ancaman sekalipun) untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya akan pengakuan.

Peringatan keras bagi orangtua: Jika anak-anak tidak merasa dicintai dan diterima oleh orangtua, mereka akan terdorong untuk mencarinya disemua tempat yang salah.

Keinginan seorang anak untuk diakui dan ingin dicintai begitu kuat, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Jika mereka tidak mendapat pengakuan dengan cara yang benar maka akan menemukan dengan cara yang salah dan ditempat yang salah. Kebutuhan ini mendorong beberapa anak dan remaja untuk menggunakan tato, mengganggu anak lain, bergabung dengan geng pengganggu, mengecat rambut dengan warna menyolok, bertingkah laku seperti badut dan pelawak. Hal ini umumnya menyusahkan mereka sendiri, tetapi demi mendapatkan pengakuan dan diterima (mendapatkan perhatian).

Ada kasus ekstrim pada 16 april 2007, seorang siswa US Virginia Tech, Cho Seng-hui. Menembak dan menewaskan 32 siswa. Apa yang mendorong perilaku tersebut, sehingga dia melakukan hal yang begitu luar biasa gila? Dia melakukan hanya karena kebutuhan pengakuan dan rasa pentingnya begitu besar, tetapi tidak terpenuhi oleh orang-orang yang mengabaikannya dan menghinanya. Hal itu memaksanya keluar dari dunia logika dan merenggut nyawa orang lain serta dirinya sendiri, dalam pikirannya dia berpikir lebih baik mati bersama nama buruk dari pada hidup bukan sebagai siapa-siapa.

3. Kebutuhan untuk mengontrol (merasa mandiri atau keinginan untuk mengontrol)

Seiring pertumbuhan anak, sembari mencari identitas diri dan sambil belajar membangun kemandirian dari orangtua. Proses ini menciptakan kebutuhan emosional untuk bebas dan mandiri.

Jadi itu sebabnya anak tidak mau didikte untuk apa yang harus dilakukan. Mereka merasa tidak “gaul” mendengarkan orangtua. Dengan mendengarkan nasihat orangtua mereka seakan diperlakukan seperti anak kecil. Ini menjelaskan mengapa anak lebih mendengarkan teman mereka dan om atau tante (paman atau bibi) yang masih muda dari pada orangtuanya sendiri.

Orangtua yang cerdas, tidak akan menyerah menghadapi hal ini. Bagaimana caranya memberikan arahan dan agar anak mau mendengar orangtua? Gunakan komunikasi yang tidak bermaksud memaksa anak dengan nasihat kita. Buatlah seakan-akan mereka belajar dan bekerja keras untuk diri mereka sendiri bukan untuk kita. mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi dengan cara seperti itu. Dan yang terpenting adalah memenuhi tangki cinta anak kita setiap hari dan memastikan selalu penuh saat bangun anak bangun tidur dan menjelang tidur. Dengan begitu anak tahu siapa yang paling mengerti dan sayang, serta kepada siapa dia akan datang pada saat membutuhkan seseorang untuk mendengar, yaitu kita orangtuanya.

Ambilah manfaat dari informasi ini, kenali kebutuhan emosi anak kita. Pekalah dimana saat anak membutuhkan penerimaan, kebutuhan untuk mengontrol sesuatu, serta butuh untuk aman. Gunakan kata-kata yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut, berikut tips dan cara memenuhi kebutuhan emosi dasar seorang anak:

1. Rasa aman:
• Tenang sayang kamu aman bersama papa, mama akan temani kamu, hey… papa disini bakal jaga kamu sayang

2. Rasa penerimaan atau dicintai:
• Biasakan menatap mata saat berbicara pada anak, usahakan tatapan mata adalah datar atau “mata sayang”
• Sentuh bagian bahu saat berbicara atau bagian manapun asal sopan, untuk menunjukan bahwa kita ada bersama dan dekat dengan anak
• Usahakan sejajar (berdiri sejajar dengan anak atau berlutut)
• Katakan: apapun yang terjadi papa/mama tetap sayang sama kamu, kamu tetap jagoan papa/mama, dimata papa/mama kamulah yang paling cantik

3. Kebutuhan untuk mengontrol:
• Jika memungkinkan, jika anda melihat anak anda perlu untuk melakukan sesuatu sendiri maka ijinkanlah
• Sebenarnya itu adalah proses belajar untuk dirinya sendiri dan akan sangat bermanfaat dimasa dewasa
• Harga diri anak akan semakin tinggi, jika kita rajin memberikan kontrol kepada anak, karena anak merasa mampu melakukan kegiatan tanpa bantuan (tentunya kegiatan yang aman sesuai dengan kebijaksanaan orangtua)
• Luangkan waktu khusus untuk beraktivitas dan memberikan kontrol dan mengawasinya dengan kasih sayang, misal: anak umur 2-3 tahun minta makan sendiri, pergi ke sekolah sendiri, dan lain-lain
Banyak sekali email yang masuk dan bertanya apa kunci sukses Pendidikan Karakter. Nah, Kali ini kita akan membahas tentang kunci tersebut, kita akan bahas pentingnya sebuah lingkungan yang berkarakter bagi keberhasilan Pendidikan Karakter. Setujukah anda, bahwa untuk mencapai Pendidikan Karakter yang bermutu dan maksimal, dimulai dengan membangun sebuah lingkungan yang berkarakter?

Baiklah, sebelum kita ulas, saya pernah mendengar sebuah pepatah kuno mengatakan: apabila kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita akan ikut wangi. Sedangkan berteman dengan penjual ikan, maka kita akan ikut amis. Marilah kita renungkan sejenak. Sebenarnya ungkapan tersebut sangat sesuai menggambarkan peran lingkungan dalam kehidupan kita. Lingkungan sangat menentukan proses pembentukan karakter diri seseorang. Lingkungan yang positif bisa membentuk kita menjadi pribadi berkarakter positif, sebaliknya lingkungan yang negatif dan tidak sehat bisa membentuk pribadi yang negatif pula. Lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter-karakter individu yang ada di dalamnya.

Seorang anak kecil yang terbiasa berkata kotor, tentu saja ia meniru dari sekitarnya. Anda tidak perlu jauh-jauh mencari penyebab anak tersebut suka berkata kotor. Tentu saja itu adalah hasil meniru dari lingkungannya. Untuk mengatasinya, lebih baik anda mengatasi dari sumber masalahnya. Untuk menanggulangi penyakit, jangannya anda menunggu salah satu anggota keluarga anda sakit lantas mengobatinya. Bukankah lebih baik anda mulai mengatur pola hidup sehat, sehingga penyakit tidak akan menyerang dan menjangkiti anda. Inilah yang saya maksud dengan mengatasi persoalan dari sumbernya.

Lalu, apakah sumber masalah anak kita berkata kotor? Saya yakin, anda pasti akan memerintah anak anda untuk berhenti berkata kotor, lalu kalau anak anda kembali mengulang dan tidak patuh dengan perintah anda, anda akan memukulnya. Namun, anak anda justru semakin menjadi-jadi karena ia merasa tidak diberi hak untuk mengatur dirinya sendiri. Anda tidak akan mudah meminta si anak yang terbiasa berkata kotor itu untuk berhenti berkata, sementara orang lain juga melakukan yang sama. Untuk itu, titik pemecahannya adalah dengan menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak dan individu yang tinggal di dalamnya.

Lingkungan yang berkarakter sangatlah penting bagi perkembangan individu. Lingkungan yang berkarakter adalah lingkungan yang mendukung terciptanya perwujudan nilai-nilai karakter dalam kehidupan, sepeti karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran / amanah, diplomatis, hormat dan santun, dermawan, suka tolong-menolong, gotong royong / kerjasama dan lain-lain. Karakter tersebut tidak hanya pada tahap pengenalan dan pemahaman saja, namun menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Barangkali dalam benak anda terbayang betapa susahnya membentuk lingkungan yang berkarakter. Semua itu harus dimulai dari diri sendiri yang selanjutnya diteruskan dalam lingkungan keluarga. Diri sendiri harus dibenahi terlebih dahulu sebelum membenahi orang lain. Biasakan membangun pola pikir positif, melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, membangun karakter diri yang pantang menyerah dan seterusnya. Dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga kita biasakan menerapkan nilai-nilai tersebut. Misalnya, terbiasa jujur dan terbuka pada anak, memberi kesempatan anak berpendapat dalam memutuskan bahan dekorasi rumah, mengajak anak berunding tentang tempat les sekolah, dan mengajak anak untuk ikut berbagi peran dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Hal itu bagian dari proses membangun karakter anak. Salinglah tolong-menolong sesama anggota keluarga. Biasakan anak mengeksplor dirinya. Memberi kesempatan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya. Itu merupakan proses demokrasi dalam keluarga.

Kebiaasaan-kebiasaan positif semacam itu pada akhirnya akan diteruskan oleh si anak pada lingkungan sosial yang lebih besar, yakni di sekolah dan masyarakat. Keluarga adalah institusi pertama tempat anak membangun karakternya. Kita sebagai orang tua hendaknya menerapkan pola asuh dan pendidikan yang sehat dan baik dalam keluarga. Dengan begitu, anak-anak kita yang telah tertanam kepribadiannya akan menjadi pribadi yang menyebarkan karakter positif pada lingkungan. Di sekolah, pendidikan karakter juga hendaknya diwujudkan dalam setiap proses pembelajaran, seperti pada metode pembelajaran, muatan kurikulum, penilaian dan lain-lain.

Pernahkah anda memberi kesempatan pada anak anda meluangkan waktu untuk bermain? Atau mendorong anak anda untuk menekuni bakat dan minat yang dimilikinya. Sebenarnya kesempatan bergaul dengan sebaya merupakan proses pengembangan karakter anak. Dengan bergaul, anak akan belajar memahami dirinya dan orang lain. Dengan demikian ia akan belajar bagaimana membangun hubungan dengan orang dan lingkungannya.

Di lingkungan sekolah sebenarnya anak didik memiliki wadah untuk mengembangkan diri dan membangun karakter diri melalui kegiatan ekstrakulikuler. Pendidikan ekstrakulikuler merupakan media untuk membangun rasa tanggung jawab, kemampuan bersosialisasi dan interaksi, toleransi, bekerjasama dan lain-lain.

Namun, seiring dengan tuntutan sekolah dengan berbagai mata pelajaran dan pelatihan untuk Ujian Nasional telah menyita waktu untuk mengembangkan diri mereka. Apakah anda termasuk orangtua yang hanya mendorong anak untuk terus belajar dan mengabaikan minat dan hobi yang dimilikinya? Jika iya, cepat-cepatlah merubah cara pandang anda dan beri kesempatan anak untuk membagi waktu belajar dan bermain.

Kenyataan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi sekolah hendaknya kita sadari. Benar adanya bahwa kemampuan menjalin hubungan dan kecerdasan emosional sebagian besar menentukan proses pengembangan diri dan meraih keberhasilan.

Jika memang demikian, marilah kita ciptakan lingkungan yang berkarakter. Sehingga, putra-putri kita kelak akan menjadi generasi berkarakter yang tidak pantang menyerah ketika menghadapi tantangn dalam hidupnya. Dan mereka akan selalu optimis dalam meraih kesuksesan dengan bekal nilai-nilai yang telah tertanam dalam lingkungan yang berkarakter tersebut.

A unit investment trust (UIT) is one of the three types of investment companies (the two others are mutual funds and close-ended funds) that exist in the financial market. Basically, an UIT buys different kinds of securities and puts them into one big unit. Afterwards, it divides it in smaller units that are sold to investors. For example, in the market you may find a municipal bond unit investment trust, which specializes in offering units, composed of securities issued by state and local organizations.

How Are They Created?

If an organization wants to create an UIT it needs to elaborate a document named Trust Indenture, which is a contract between the Sponsor and the Trustee of the fund. The Sponsor is the one who selects and gathers the securities that are going to be used, while the Trustee is the one who keeps the securities, maintains the records of the unit holders and is responsible for the accounting and tax reporting.

What Are The Different Sections Under UIT?

Currently there are three kinds of UIT's. The first one is known as taxable fixed income, and its portfolio is composed of US Treasury, US Agencies and corporations. The income may be monthly, quarterly or semi annual.

Then there is the tax free fixed income, which is composed of municipal bonds. The income is paid monthly or semi annually.

Finally, there are equities, in which the UIT can acquire securities issued by private entities as stock, participate in a real estate investment trusts (REIT) or a regulated investment company (RIC).

A REIT is a corporation that invests in real estate. Due to a special regime, it doesn't pay taxes, while a RIC can be a mutual fund or a real state trust. The risk is higher, but also the possible return over investment (ROI).

And what about the other two type of investment companies? How is an UIT different from them? In the case of a mutual fund, the main difference is that when bonds reach maturity, the returning money is reinvested in other security. That means that a mutual fund never ends while a UIT has a determined beginning and an end.

Regarding Collective Investment Schemes (CIS), their main difference is that they can be open ended like a mutual fund or close ended like an unit investment trust. Additionally, they have a fund manager, who is in charge of following the advances of the portfolio.

What Should You Consider Before Investing In UIT?

If you are thinking about investing in an UIT you should consider that this instrument was created for investors who have a determined goal. The investor knows each detail of the securities in the portfolio such as when the unit would reach its maturity and how much money he is going to receive for his investment.
A conglomerate should not exist with the sole objective of making profits. Socially responsible investment is another important issue. In simple words socially responsible investing is an act or set of acts whereby the company attempts to give back to the society who have been the root cause of their progress and have directly or indirectly contributed to their welfare.

How do Socially Responsible Investments Work?

Socially responsible investment aims at enhancing the goodwill of the company in the minds of investing public and others. It is expenditure on the part of the company. In return, the company not only assures of boosting image but also getting constant support from the public at times of crisis.

For instance if a company manufactures an essential commodity with very low profit margins the consumers will develop a strong liking for their products. This brand loyalty will help the company to easily promote other products as and when they are introduced in the market.

How are Socially Responsible Funds different from Other Mutual Funds?

Mutual funds are meant purely to generate revenues for the investors. Mutual funds work on the principle of sharing risks and profits. On the contrary social responsible funds are aimed at creating goodwill among the shareholders. The company envisages earning profits in the long run. Even if that is not achieved the company will be satisfied with the reputation and trust that it has created. There are some socially responsible mutual funds. Those socially responsible mutual funds also serve the public.

Is Social Investing Effective?

The success of socially responsible investing also depends on the attitude of management and employees. No doubt, certain external factors like competitors move, government policy, inflation and economic forces also act beyond their control. Social investing will definitely turn out to be success if everybody cooperates in the mission. However the success cannot be measured in terms of immediate monetary gains. In some cases it will take more than a couple of years for the company to reap the benefits. Therefore the effectiveness of social responsible investment cannot be decided by many factors. Many issues play a significant role in deciding this purpose and it is not possible to predict one common factor.
Government securities are one of the safest in the market. Available at the primary and secondary market of securities, they are avidly searched by all kinds of financial institutions. Their faultless history, spectrum of choices and high liquidity gives government index securities a top notch qualification.

Who Can Invest In Government Securities?

Any organization or individual who wished to invest in them. There are no limits or impediments to do it. You may buy them through two kind of organizations. The first is the Legacy Treasury Direct, in which the individual buys the security directly from the US Government. The other one is the Commercial Book-Entry System, where brokers, dealers and other kind of intermediaries buy them to the US Government.
How Many Types of Government Debt Securities Exist?
There are several types of government securities available in the market, and each one of them is used by different kind of investors:Zero Coupon BondsThe main difference of a zero coupon bond is that it doesn't make any kind of payment during the period of the bond, only at the end. They have become quite popular in the last years.

Treasury Bills

These kind of bonds are the shortest government security available. Considered a high risk investment, they don't offer any kind of interest gain during the lifetime of the bill, only at the end. They are very similar to zero coupon bonds, but the main difference is the amount of time they endure (only a few months instead of decades).

Treasury Note

With a maturity period that goes from one to ten years, the payments are made every six months. Used as a benchmark for setting the interest rates of mortgages, the 10 year treasury note has become the preferred financial instrument for measuring the state of the US economy.

Treasury Bond

The mature period of this security goes from ten years and onward. It's one of the preferred government securities used by pension funds or insurance companies who look for long term investments. The payments are also made every six months.

Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS)

TIPS are one of two kind of securities issued by the US Government that are protected from inflation. They are tied to the Consumer Price Index (CPI) in such a way that, if there is inflation or deflation, the initial investment increases or decreases, respectively. The payments are made every six months

U.S. Savings Bonds

Unlike other kind of government securities, these bonds can't be traded in the secondary market. They are sold to individual investors and can only be bought directly from the U.S. Treasury.

It's not uncommon to find investors who have a high percentage of their portfolio composed with these securities. A government securities investment fund would use almost all of these instruments, assuring the organization or individual the stability of his investment.
The general public today has a wide variety of investment options to choose from. An investor can buy stocks listed in the stock market, invest in government or corporate bonds or trade in the commodity markets. The multitude of investment choices can sometimes leave an inexperienced investor exposed to difficult decision-making with regard to what he or she should invest in. Investment companies can make those decisions regarding investment choices for the individual investor.

The unseasoned investor also faces risk due to the volatile nature of the stock market and if there has been a wrong choice of stocks. Investment companies can shield the general investor against the inherent risk in the stock markets as all investment strategies and portfolio decisions are made by them. All investors have to do is to invest in the investment company itself.

So what are investment companies and what are the different types? This article explores the concept and some forms of an investment company. The article also takes a look at the investment portfolios and performance of an investment company.

Investment Companies - Mutual Funds

According to the Securities and Exchange Commission (SEC), a financial regulatory authority in the US, an investment company is an entity which mainly engages in investing in securities - stocks, bonds, and money market instrument.

Investment companies issue shares or units themselves to generate the capital needed for investment. The general public can buy shares in the investment company which means they are entitled to a share in the profits made by it. The collective capital generated from the issue of shares is invested by the investment company in various investment options.

A mutual fund is a type of Investment Company. People buy units or shares in a particular mutual fund according to the Net Asset Value (NAV) of each unit. The mutual fund in turn has a fund portfolio with investments in a variety of stocks, bonds and the money market. A professional fund manager manages the fund portfolio.

Any profits or returns are distributed to the mutual fund investor according to the number of units of shares the investor holds in the form of dividends.

Mutual funds are a great help to individual investors who want a diversified investment portfolio, but do not how to build one. As there are a large number of investors in a single mutual fund, individuals can get exposure to a variety of good quality stocks without investing a large amount of money. Of course, the services of a professional fund manager also make the task easier for an individual investor.

Mutual funds are typically known as open-ended investment companies, as the number of shares or unit that can be issued by them is flexible.

Other Types of Financial Investment Companies

Apart from mutual funds, there are other types of financial investment companies that also mainly invest in financial instruments such as bonds, equity, currency and debt markets.

Here are two other types of financial investment companies: -

* Unit Investment Trust (UIT) - This is like a mutual fund as it issues units or shares at an NAV to the general investor. However, UIT is a form of financial investment company that issues one-time shares or unit, which are fixed in number, as in a closed-ended fund. There is a secondary market for UIT units where they can be sold and bought again. UIT investment companies have termination dates on which they dissolve. They do not actively trade in securities as compared to mutual funds. Their investment portfolio is usually fixed.
* Closed-end Funds or closed end companies - Closed-end funds offer shares or units at a fixed time and the number of units is also fixed. This is unlike most mutual funds, which are open-ended. Once the fixed number of units is sold, the same units or shares of the closed-end funds can be traded on a secondary market such as the stock exchange. Then the units of the closed-end funds are sold a different price from the NAV of the closed-end funds.

All types of financial investment companies such as mutual funds, UITs and closed-end f are regulated by the SEC in the US by the Investment Company Act of 1940.

Investment Company Portfolio - American Mortgage Investment Company

Investment companies may have securities in their portfolio such stocks, corporate bonds, debt securities and money market instruments.

The SEC excludes certain types of investments from consideration in its definition of an investment company such as government bonds. The SEC also stipulates that an investment company that has less than hundred investors cannot be categorised as an investment company.

An investment company invest in the debt market in the form of house mortgages. For example, an American mortgage investment company would include mortgages in America in its portfolio.

The sub prime lending crisis in the US real estate sector and the subsequent global financial crisis in 2007 would have ensured huge losses for any American mortgage investment company. The crisis affected all those in the world over who had exposure to the American mortgage sector.

Performance of An Investment Company

The performance of an investment company is measured in terms of their return, which is the dividend it is able to distribute to its investors as also capital appreciation. This is directly linked to the performance of the assets in the investment portfolio of the investment company. Some measures of performance of an investment company are expense ratio, total return and yield.

There may be different investment objectives, which may reflect the choices in its portfolio. Some may opt for riskier stocks for high returns, while others may concentrate just on aspects of steady, regular income. The brochures and websites of an investment company will give an investor an idea of its portfolio and past performance history. Many financial websites and print news media also track the performance of investment companies.
Real estate software programs are meant to help you in managing your real estate properties. When you have lot of properties managing them becomes difficult. If you are thinking of employing professionals it won't be a profitable option if there are innumerable properties. Under such circumstances real estate management software will be of great help. Top Producer is the best & leading CRM for Real Estate Marketing - Check out the review and the discounts currently available for the best real estate software

Real estate investing software helps you to set remainders regarding receivables and payments besides it updates you as and when they take place. They even send auto generated emails to tenants on the due date reminding them to pay the rent. These software programs will also notify you about other deadlines regarding contracts and agreements.

How to maximize one's ROI by using Real Estate Software?

One of the greatest advantages of using real estate investing software is the time spent on arithmetic and other calculations are very less. You can devote the whole of your time in examining the land and properties before you buy them while your software program will do all the required calculations. When you are calculating ROI the software program will be able to give you various permutations and combinations regarding tax and other liability and profitable avenues of investment. But for real estate software programs you will not have the opportunity to know these multiple options.

Factors to be considered before getting Real Estate Investment Software

You need to take several factors into account before buying a real estate software because they are going to manage properties worth thousands millions and billions of dollars. This is a serious issue because you are going to bank on it for most of your real estate investment decisions if not all. Therefore the first and foremost task will be to check if you are extremely comfortable in using them and if you can operate them without any errors.

Technical Factors

A GUI (graphic unit interface) interface will help you to compare and contrast the corresponding financial data of many real estate assets over a point of time. They can help you to save time as it quickly finishes the process of communicating to the server. You must check for details regarding price and try to negotiate for a good bargain.

Economic Factors

Above all you must find out for features like money back guarantee, warranty and other service conditions so that you don't have to think twice if you are taking an important decision like replacing the software as it has a huge impact on real estate investment. Above all you must carefully check analyze the type of calculations that the software can do. It won't be proper to go for a program that calculates values purely based on future wealth or net worth. Rather it should be able to tell you the present value and as well as forecast what will happen in the future because the real estate market is a highly volatile and fluctuating one.

Versions

You must then be aware of the versions available and decide which version suits you. You will easily be able to identify this once you decide the purpose of getting the software. Some soft programs offer basis tools in analyzing while the others assist you in the process of making decisions. You can choose a consortium of both or an individual package as per your requirements. Some of the popular versions include Rental property tracker plus and real estate
Komitmen merupakan langkah awal jika ingin memiliki karakter yang baik, tetapi komitmen seperti apa yang dibutuhkan untuk mensukseskan pendidikan karakter? Yaitu disiplin terhadap pendidikan karakter itu sendiri. Kali ini kita akan membahas dari sudut pandang sekolah.

Suatu ketika saya sempat mempresentasikan tentang pendidikan karakter dan dampaknya terhadap guru dan karyawan sekolah. Saya dan rekan sengaja menyeting agar lingkungan sekolah menjadi padu dengan isu pendidikan karakter yang akan didengungkan oleh sekolah yang bersangkutan. Saat saya menjelaskan tentang peraturan sekolah dan peraturan kelas, terlihat muka yang kurang nyaman, serta respon yang kurang antusias, serta air muka yang seakan berbeban berat menyikapi pelaksanaan pendidikan karakter.

Dan ditengah-tengah acara saya menjelaskan agar sekolah tidak perlu terburu-buru melakukan perombakan besar dalam aturan sekolah. Saya sangat memahami beban guru dalam mengajar dan kegiatan administrasinya, lakukan step by step yang penting ada komitmen dalam pelaksanaannya dan peliharalah disiplin sebagai motor penggerak pendidikan karakter itu sendiri, itu kuncinya. Disiplin, disiplin dan disiplin.

Sekilas saya jelaskan disiplin orang yang hidup di Indonesia dengan dua musim, berbeda dengan negara yang hidup dengan empat musim. Ketangguhan, daya juang dan inisiatif juga berbeda. Kita di Indonesia adalah wilayah yang tantangan secara alamnya cukup sedikit dibandingkan dengan mereka yang hidup di empat musim. Karena salah satu faktor inilah kita perlu belajar disiplin lebih lagi untuk kehidupan yang lebih baik. Disiplin sangat erat dengan kesuksesan, bahkan disiplin ada dalam satu paket dengan kesuksesan. Apapun yang hendak dicapai dalam kesuksesan itu disiplin adalah dasarnya. Bahkan ukuran disiplin sudah diformulasikan secara rinci oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outlier, bahwa butuh 10.000 jam kedisiplinan untuk menjadi master dalam bidang apapun. Penyanyi, atlet, profesional di bidang bisnis yang sukses telah melewati proses 10.000 jam. Dan anda tahu siapa saja yang telah menjadi master di bidangnya bukan? Sebut saja, Ruth sahayana, Taufik hidayat, Agnes Monica, Purwacaraka, Juna, Rifat Sungkar, Chairul Tanjung, Hermawan Kertajaya dan masih banyak sekali tokoh yang bisa disebut master di bidangnya masing-masing.

Pendidikan karakter cenderung tak akan pernah tersentuh secara nyata jika ada hanya sebatas proses pemahaman tentang karakter atau hanya bersifat informasi tanpa adanya tindakan. Dewasa ini di media cetak, elektronik dan media internet banyak memberitakan tentang kasus jual beli kunci ujian, contek mencontek, plagiatisme, bahkan kasus kriminal yang dilakukan oleh pelajar, itu semua menunjukan bahwa nilai realisasi karakter bangsa tidak terwujud nyata. Fenomena ini muncul akibat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Faktor yang mempengaruhi antara lain :

Rendahnya sarana fisik
Rendahnya kualitas guru
Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan
Visi dan moralitas pendidik serta anak didik yang rendah
Mahalnya biaya pendidikan Memang menjadi masalah serius di negeri ini

Anggaran pendidikan yang sudah tinggi tidak menjamin sarana fisik yang baik dan biaya pendidikan yang terjangkau, penyebabnya jelas moralitas masyarakat yang mementingkan golongan, kepetingan pribadi dan mendapat keadaan yang tepat.

Keenam halangan ini hanya bisa hilang jika nilai luhur dan pendidikan karakter benar-benar terealisasikan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal berkaitan dengan permasalah diatas kiranya diperlukan suatu terobosan di dunia pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berprestas tinggi. Untuk mencapai itu diperlukan inovasi dan pengembangan nilai disiplin serta komitmen dari setiap perangkat sekolah agar pendidikan karakter bisa terus berjalan. Dampak dari pendidikan karakter dapat membangun individu untuk mengenali dirinya sendiri dan mampu menetapkan tujuan pendidikannya.

Pendidikan karakter sebenarnya sudah ada sejak dulu seperti apa yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara melalui Among Metode, dimana ada tiga unsur pendidikan yang harus berjalan sinergis yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan Among Metode diharapkan anak akan tumbuh sesuai kodrat (naturelijke groei) dan keadaan budaya sendiri (cultuur histories). Sehingga ada tiga hal yang patut dan perlu untuk dikembangkan dalam rangka membangun karakter yang berpendidikan yaitu membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif mengingat budaya itu bersifat kontinue, konvergen dan konsentris (Ki Hajar Dewantara). Perhatikan kata-kata Ki Hajar Dewantara berikut “membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif” artinya diperlukan sikap yang berkomitmen dan disiplin terhadap pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri, dan semua ini dapat dimulai dari kita semua. Sudahkan anda berkomitmen terhadap hal ini?
The concept of real estate investment has originated recently. However we have been carrying on business of this sort right from time immemorial and as long as economic activities became a part of livelihood in the community. However no title was coined to refer this practice nor was it practiced in an organized systematic and scientific manner.

Nevertheless people calculate every penny and try their best to make profits in buying and selling land or renting houses and shopping malls. Once the huge potential behind this trade was realized in the name of real estate there has been extreme competition and numerous activities in the market. Therefore grants for investing in real estate have been introduced with the idea of making more and more people to enter the trade and provide necessary assistance to aspirants financially and otherwise.

Real Estate Grants

Real estate grants are an important source of finance for the real estate industry. Real estate industry can attain excellent growth only when it is flushed with adequate funds.These grants are very competitive and only very few succeed in winning a grant. Other information pertaining to real estate grants are as follows:

Investing in Real Estates

Many real estate grants are meant to encourage real estate investment. However you need to keep in mind the amount received from these grants are alone not sufficient to take up a full fledged real estate investment. Even if you receive a large amount it is advised to increase your capital by collecting funds from other sources. Since real estate market is a challenging place the purpose of these grants are to help you in increasing your investment.

Beginners in Real Estate Investment

Real estate is a lucrative business but there are lots of risks involved. Therefore many real estate grants are aimed at helping people who are new to the industry and profession. Some grants for investing in real estate are also available in the form of low interest loans for the benefit of these people. There are many objectives in giving these grants. If the person suffers loss then his risks can be shared. If he is not able to invest in real estate due to paucity of funds or if he is not able to invest to the desired extent these grants will come in handy to realize his goals. If the person makes profits these grants will help in appreciation of the capital and encourage him to invest in more ventures in the future.

Who provides these Grants?

These grants are can be state funded or funded by private companies or welfare organizations or individual real estate traders or associations of real estate investors. Most of the grants are not liable to be exempted from tax as per US federal Laws.As a prerequisite some of the grants will require you to trade with the awarding organization itself. However government grant real estate will require you to comply with lots of formalities.

Do these Grants really benefit Real Estate Investors?

These grants help real estate investors to a large extent. Apart from finance they add lot of credibility to the real estate investor. It becomes easy for him to find prospective clients and tenants. Moreover there is also a proposal to introduce other form of grants like technical assistance and professional training. If implemented successfully they should contribute to the growth of the trade instantaneously.
When you buy corporate bonds, you are investing your money that will be used to expand or enhance the company that issued the bond. The company promises to give back your principal amount by a set date and until then it pays you a regular interest, most often semi-annually. This interest is taxable.

What are the Different Types of Corporate Bonds?

  • Collateral - This corporate bond uses other securities as collateral.
  • Mortgage - This bond is backed by mortgages on assets or physical property owned by the company.
  • Equipment trust certificate - These bonds offer the company's equipment as backing.
  • Zero coupon bonds - No periodic interest is paid on these bonds. But since they are sold at a discount and the investor gets full face value of the bond at maturity, he gets a profit.
  • Convertible bonds - These bonds can be converted into other securities - the common stock of the issuing company.
  • Floating rate bonds - With these bonds, the coupon rate can be changed if a commitment had been made at a lower rate whereas the present interest rates are on the rise.
  • Callable corporate bond - The issuing company has the right to get back the security on a set date before maturity. This could be disadvantageous to the investor, if reinvestment is available only at a lower interest rate.
  • Putable bonds -In these type of bonds the investor has the right to put the security back to the issuer and so, these are advantageous when the interest rates are rising.
  • Step up bonds - Step up corporate bonds permit a fixed rate of interest until the call date, after which the coupon increases if the bond is not called.
  • Step down bonds - In these type of bonds a fixed rate of interest is paid till the call date when the coupon decreases if the bond is not called.

How can Corporate Bonds be Bought?

Investments require judicious planning and decision-making that may need the services of a broker. Personal research into the different bonds and the companies offering them is very important to make an investment decision suited to your needs and circumstances. Nevertheless, you can get informed guidance on the different aspects of your investments through corporate bond brokers. There are two kinds of brokerages that will do the research work for you:
  • Full service brokerages will research the markets, identify the best investment choices for your particular objective, guide you in your decision, and finish the entire transaction. Of course, the fees they charge for their services are understandably high.
  • Discount brokerages offer to do research for information, but they will not guide or advise you in your decision-making. You are responsible to use the information you get to make a wise investment.

To get the assistance of a good corporate bond broker, do some initial research on which brokers are licensed by The National Association of Securities Dealers [NASD]. Being licensed by the NASD means the broker has gone through a rigorous training and evaluation as well as a screening process. The NASD website carries information on licensed brokers.

Once you have chosen your broker, a personal account will be opened for you. Also, a questionnaire that contains pertinent information about you will be filed, so that you will be guided to choose the types of investment that best fits you
Manusia adalah faktor penting dalam menciptakan kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik dan sejahtera itu dapat dibentuk dan diciptakan. Pertanyaannya bagaimana membentuknya?

Bentuklah dari kebiasaan. Sebagai contoh, di Hong Kong kepadatan lalu lintas tidak seruwet di Jakarta, bahkan cenderung sepi dan lenggang. Dengan penduduk sekitar 8,8 juta lalu lintas kendaraan di Hong Kong termasuk lenggang, bahkan hari-hari sibuk juga lenggang. Apa orang hongkong tidak memiliki kendaraan? Tidak, ternyata di Hong Kong ada 2 kehidupan, kehidupan di dunia atas dan dunia bawah. Dunia atas adalah dunia yang saya maksudkan lenggang, tetapi dunia bawah adalah jalur subway atau kereta bawah tanah.

Jelas lebih padat aktifitas transportasi di dunia bawah. Hampir semua penduduk Hong Kong menggunakan fasilitas ini. Walaupun padat, tetapi meraka sangat teratur. Keluar melalui pintu samping kanan dan penumpang masuk melalui pintu samping kiri, rapi dan teratur. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ternyata ini adalah proses dari pembiasaan, hal ini sudah di biasakan sejak anak di sekolah dasar, sekolah mengajarkan keteraturan-keteraturan ini sejak usia dini. Mereka dibiasakan untuk melakukan ini, sehingga kelak mereka terbiasa. Para pembaca sekalian, anda tahu berapa waktu yang di butuhkan untuk membentuk karakter seperti ini? Apakah 6 bulan? 1 tahun? Ini butuh proses yang cukup lama dan perlu dibudayakan.

Indonesia memiliki nenek moyang yang ramah tamah dan sangat santun dalam berelasi dengan sesama dan kehidupan kesehariannya. Tetapi mengapa hingga ke belakang (saat ini), nilai itu pudar semua? Australia, suku asli Aborigin, mereka jauh tidak beradap dan jauh lebih brutal dari nenek moyang kita, tetapi kini mereka masuk dalam kategori negara yang sangat teratur dan tingkat kehidupan yang cenderung makmur. Ungkap seorang kawan yang bercerita kepada saya. Teringat juga saya ketika rekan saya lebih tepatnya dosen pembimbing skripsi saya saat pulang dari Australia dan kita bertemu di tahun 2012. Dia bercerita, saat terjadi banjir yang melumpuhkan Brisbane, dosen saya termasuk orang yang beruntung karena dia tinggal di flat yang agak tinggi dan tidak perlu mengungsi. “Orang disana tidak egois, rumah yang masih ada penghuninya saling di datangi, entah mereka kenal apa tidak. Mereka ketok setiap pintu mereka tawarkan bahan makan dan selimut, bertanya apa yang kita butuhkan, mereka saling berbagi dengan mudahnya dan ikhlas”, “apakah itu petugas khusus penanganan bencana yang datang kerumah anda?” tanya saya, “bukan, itu adalah tetangga–tetangga saya yang senasib dengan saya, dan mereka tidak tinggal di pengungsian” merinding saya dengar cerita tersebut. Bagaimana mereka dapat hidup berdampingan seperti itu dan memperlakukan orang lain yang bukan asli Australia seperti itu, tanpa pamrih.

Seandainya kita bisa berlaku seperti negara tetangga kita, indahnya hidup dan kebersamaan ini. Hingga akhirnya saya diberi tahu suatu fakta yang membuat otak saya “kram” sesaat. Ternyata untuk mendidik dan menanamkan sikap seperti di negara tetangga kita itu butuh waktu minimal 16 tahun, secara kontinyu dan konsisten. Dan untuk mendidik anak baca dan tulis serta berhitung tidak lebih dari 6 bulan. Orangtua di Australia, tidak pusing jika anaknya belum bisa baca tulis, karena itu akan dikuasai dalam 6 bulan ke depan, tetapi sikap disiplin dan pembentukan karakter diterapkan sedini mungkin, mereka tahu itu lebih penting dari sekedar baca tulis diusia 3 -5 tahun.

Semoga hal ini bermanfaat, dapat membawa pencerahan dan kebaikan bagi negara kita, dan tetap semangat dan majulah pendidikan karakter di Indonesia.
There has been a significant increase in international commercial property investment compared to last year, according to news reports referring to a study released by Jones Lang LaSalle (JLL). JLL provides commercial property investment and investment management services.

In the earlier half of 2009, international commercial property investment was US $ 76 billion. Now, for the same period of 2010, global commercial property investment stands at $132 billion, almost double of what it was. The study notes this as a sign that there is increased confidence in the property investment market among investors, after the recent worldwide real estate slump.

Europe had the highest number of transactions investing in property in the first half of 2010. The United Kingdom (UK) has emerged as the most preferred property investment option, with investment values touching US$ 7 billion, followed by Germany.

Commercial property investment can domestic, inter-region and cross-border or global. It was seen that in Europe, more than half the property investment were cross-border or global, with the percentage standing at 54% of all European property transactions.

It is seen that there is an across-the-board increase in property investment, both domestic and international as investors search for property globally which can appreciate in value and give them good returns.

Buying Investment Property - Why and What to Buy

Investing your money in the real estate sector can give you good returns over the years. An investment property is real estate that is used solely for the purpose of getting returns, either through appreciation in value or by renting it out. It is different from a house or flat bought solely for residential purposes. Getting tax benefits can also be a reason for buying investment property.

After the recent slump in the real estate sector, confidence has started coming back, as is seen in the research conducted by JLL. If the trend of property appreciation continues, then buying investment property may fetch you returns on your investment higher than other investment options such as stock market or bank deposits.

For ordinary individual thinking of buying investment property, options would range from investing in residential and agricultural land, houses, flats or commercial office space. Purchasing land and houses can ensure that your investment is secure as there is appreciation in the value of the land. The return on property investment in land would come as a result of increase in land prices after a few years. In the case of houses and flats, rent can be charged, so that there is an immediate regular return on your investment. This is addition to any profit that you would make when decide to sell the house or flat when its value appreciates.

Some experts advise against the purchase of flats as a long-term property investment. In buying land, there is a strong chance of appreciation of its value. In the case of flats, the time factor is of importance. The structure of the flat may deteriorate with time, and thus may not fetch as good a return after a number of years, as investment in land would. Some areas also see a glut of flats being built, thus reducing its rental value.

When to Buy and When to Place Investment Property for Sale

Buy low and sell high is an oft-repeated investment advice. During the recent global financial downturn, property prices went downhill due to the sub prime crisis in the US housing sector. Property investment advisors recommended that it was a good time to invest for those seeking to buy property for the purpose of returns. Good investment property for sale could be bought at low prices and the investor could wait for the value to appreciate.

Today, as confidence is slowly returning to global property markets, levels of transactions in property investment has nearly doubled to that of first half of 2009, as indicated in the Jones Lang LaSalle (JLL) research released this month. Global property investors are searching world real estate markets seeking an attractive deal. Property prices in countries like India are expected to grow, as there is a demand for housing. When there is expectation of appreciation in value, it's a good time to buy.

A lot of investors struggle with the decision of when to put their investment property for sale. Unless there is an urgent need for money or some personal reason, which prompts the property sale, it is necessary to study the market trends and your own financial objective before making a sale.

If property prices are about to rise, then of course you should wait. Unless there is an even better value investment property for sale, which is expected to give you more returns than what your current property returns. Putting up a current investment property for sale and reinvesting it in another valued property is a common strategy used to enhance profits. This is also a way in which taxes on the sale proceeds of an investment property can be avoided. People, who are selling their investment property, may not need to pay taxes on their profits from the sales if they reinvest the money from the sales in another property. Another time to place a property investment for sale is when you have achieved your investment objectives and wish to use the sales proceeds for other purposes.

Property investment experts advise that investing in real estate is a long-term proposition for optimal returns. Some experts suggest that investors should allow their investment properties to go through at least one property cycle - of upturn, market slump and stabilisation, and again upturn, before putting up their property for sale. A property cycle may be localised to a region. It is necessary to study market situation and trends and take the advice of a real estate consultant before deciding to sell an investment property.
Gold continues to be a popular form of investment right for a very long time. People prefer to invest in gold because the returns are usually high and above all gold is a very famous ornament. Even if they don't get good returns they wont face losses because their cosmetic purposes will be served. Some tend to posses gold even as a matter of prestige. It is regarded to be a good source of investment as it controls inflations and even helps you to raise finances in the future.

Gold Markets

Gold is traded in many markets around the globe. London and New York are supposed to be large markets for gold and they function through the day. It is worth mentioning that Kong Kong and Zurich market are also open to trading for 24 hours. The gold market functions like a stock exchange in l aspects of buying selling and determination of prices though the fact remains that different factors influence the price.

World Gold Council

World gold council is a forum of gold producers around the globe. The basic objective of this body is to disseminate information regarding investing in gold and also to create an awareness among the masses. They also lay down lot of guidelines for small scale producer's traders, consumers and other stakeholders. The association is headquartered in Geneva.

Is investing in Gold a Good Idea?

If you are thinking of returns or results in the short term then gold is probably not the right option. Investing in gold is no doubt a profitable option as it can be quickly converted to cash. It is a convenient as you can carry it easily wherever you go unless the quantity is very high. Since the performance of gold market s directly proportional to stock market it becomes easy to make calculations.

Gold-A Precious Metal as Investment

Gold enjoys innumerable advantages over other metallic forms. Platinum investment is very risky and moreover it is not easily convertible to cash. If you take the case of silver, it does not enjoy huge prospects in terms of financial gain. Moreover silver occupies lots of space when compared with gold and so you it can cost you more for transporting. This should sound out to be worthless propositions given the monetary benefits are not promising.

Factors to be considered before Investing in Gold

You need to be very careful about investing in gold because unlike stock or other markets you don't have the option of investing a small amount. You must do lot of research and have a strong knowledge about the market information. You must decide how you are going to allocate it in the portfolio. Some investors choose to invest only in gold and not in any other sources. However this practice won't be suitable for all. Therefore you must first check up if you are falling under this category. Some other issues that are to be considered are as follows:

Factors that Influence Gold Price

Like any other resource the supply and demand constitutes to be an important factor in determining the price of gold. Since gold is a precious asset people even hoard it and its demand and price could increase drastically during inflation and even when there are wars. The price of gold shows an upward trend in most cases irrespective of the consequences due to the sentiment which people owe to the metal. They are prepared to pay any price for it.

Gold Investment Strategies

Some of the investors prefer to buy gold when the price increases because of the popular belief that it will increase further more and they can make profits by selling them thereafter. Other investors choose to buy gold when prices decline so that they can sell them at a higher profit when the prices increase. Another group of investors will make their decisions by testing if the current trend in pricing changes or not.
Berikut ini adalah artikel yang berfokus pada pola dan masalah belajar anak. Banyak sekali pertanyaan tentang hal ini yang muncul di website kami, berkaitan mengenai masalah belajar anak. Kita akan memahami dan belajar tentang faktor psikologis mengapa anak bermasalah dengan nilai di sekolah. Sebelum kita lebih jauh berinteraksi, pahami bahwa nilai atau angka(simbol) bukan satu-satunya penentu kesuksesan anak kelak di masa depan. Semua yang dialami saat dia sekolah akan banyak yang tidak digunakan kelak, jadi model pendidikan apa yang akan digunakan seorang anak hingga dia dewasa dan dapat diwariskan? Ya, didiklah karakternya dan tanamkan kesuksesan sejak awal di ladang karakternya.

Kenapa seorang anak ketika belajar di rumah bisa, diberi soal lebih susah daripada di sekolah juga bisa, bahkan waktu di tempat les dia diberi latihan soal yang banyak juga bisa, meskipun soalnya lebih sulit juga bisa, tetapi ketika ulangan tiba-tiba nilainya jelek. Nah apakah anda pernah punya masalah seperti ini? Anda yang punya anak SD, pasti sering mengalami masalah-masalah seperti ini. Anda pasti merasa jengkel ketika mengetahui bahwa anak anda yang tadi malam belajar sudah bisa semua, tapi ketika ulangan ternyata ulangannya dapat nilai jelek. Jika ini terjadi sekali dua kali mungkin anda bisa memakluminya, tapi jika ini terjadi berulang kali, anda pasti mulai jengkel pada anak anda. Bahkan bisa jadi anda frustasi dan kemudian malah mengeluarkan kata-kata negatif.

Nah apakah yang terjadi dibalik masalah ini. Seorang anak yang bisa sewaktu mengerjakan soal di rumah dan kemudian gagal waktu dia ulangan. Untuk hal-hal yang sama dan itu berulang kali, maka ada tiga hal yang perlu anda waspadai:

1. Anda perlu curiga bahwa anak ini mengalami kecemasan yang tersembunyi

Anda pasti bertanya nggak mungkin? dia cemas dari mana….kenapa koq dia cemas?

Kecemasan yang tersembunyi ini disebabkan oleh banyak faktor. Ya, jadi bisa jadi tuntutan yang terlalu tinggi dari kita orang tua atau mungkin bahkan dari gurunya. Tuntutan ini tidak bisa membuat si anak menunjukkan kwalitas optimalnya. Sehingga ketika ulangan,yang terbayang adalah ketakutan bahwa dia tidak bisa memenuhi tutuntan dari si orang tua. Atau tuntutan dari gurunya mungkin. Nah anda tahu, Ketika kita itu cemas maka kita tidak bisa berpikir secara jernih.Anda tentu pernah mengalaminya bukan? ketika anda sedang cemas, sedang stres berat. Maka hal yang sepele tentunya bisa jadi terlupakan. Nah ini yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka cemas karena tuntutan kita yang terlalu tinggi,atau keharusan untuk menguasai sesuatu.

Ketika mereka merasa tidak mampu,kecemasan itu menghantui pikirannya. Dan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya tiba-tiba “blank̶
Oleh: Fachrurozi

Pelaku penyerangan dan pembunuhan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Cebongan, Sleman, Yogyakarta terkuak sudah. Investigasi Tim 9 Angkatan Darat yang dikomandani Brigadir Jenderal TNI Unggul K. Yudhoyono membuktikan, 11 anggota Komando Pasukan Khusus atau Kopassus Grup II Sukoharjo, Jawa Tengah sebagai penyerang dan bertanggung jawab atas insiden Sabtu (23/3) dini hari itu.

Markas Besar TNI AD mencopot Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso yang membantah keterlibatan anggotanya dalam penyerangan tersebut. Namun para prajurit justru mengakui perbuatannya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut para prajurit itu sebagai ksatria lantaran mengakui perbuatannya. “Bagi saya itu sifat kesatria, bertanggung jawab atas apa yang dilakukan,” ujarnya, dua minggu setelah pembunuhan. “Itulah prajurit sejati yang harus ditunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia.”

Para prajurit yang kena tuduhan pembunuhan itu bakal diadili di Peradilan Militer. Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal Agus Sutomo berjanji peradilannya dilakukan transparan.

Pengamat militer dari Universitas Indonesia, Andi Wijayanto menuturkan, 11 anggota pasukan elit itu hanya memiliki konsekuensi secara prosedural. Mereka tidak diadili di pengadilan sipil.

Hal ini karena belum ada terobosan hukum dalam sistem peradilan di Indonesia. Padahal, kata dia, peradilan yang terkoneksi antara sipil dan militer merupakan salah satu amanat reformasi. Karena itu, dia meragukan adanya objektivitas dalam pengadilan tersebut.

“Perlu ada terobosan hukum agar para pelaku kejahatan seperti ini bisa diadili di pengadilan sipil, sehingga keadilan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

Terobosan hukum itu, lanjut Andi, berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Peradilan Militer guna menindaklanjuti kasus-kasus pelanggaran semacam kasus Cebongan. Kasus ini, baginya sebagai persoalan serius mengingat dilakukan oleh pasukan elit yang sejatinya memberi teladan kepada masyarakat dan menjadi andalan negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. “Bukan malah membuat kekacauan,” tandasnya.

Dalam pandangan Andi, laporan investigasi yang diumumkan Kamis (4/4) itu telah dikunci sebagai kasus pelanggaran yang hukumannya berdasarkan tingkat kepangkatan dan perannya dalam penyerangan. Bagi dia, itu saja tidak cukup. Perlu ada ketegasan Dewan Kehormatan Perwira jika aksi ini diduga melibatkan atasan.

Kata dia, seorang komandan bisa dimintai pertanggungjawabannya jika terindikasi melakukan pembiaran atau abai terhadap perilaku pasukannya. “Kita mengenal rantai komando dalam militer. Seorang atasan harus dijatuhi hukuman jika terbukti membiarkan atau tidak mengetahui aksi anak buahnya,” tegasnya.

Dalam menangani kasus pelanggaran hukum seperti ini, Andi menyarankan TNI bercermin pada penanganan kasus pembunuhan tokoh Papua, Theys Hiyo Eluay yang dilakukan anggota Kopassus pada 10 November 2001. Mahkamah Militer Tinggi III, Surabaya, akhirnya menjatuhkan vonis hukuman penjara 3,5 tahun kepada tujuh prajurit pasukan khusus lantaran terbukti melakukan penganiayaan yang berakibat kematian Eluay.

Komandan Kopassus Port Numbay, Letnan Kolonel Hartomo dijatuhi hukuman serupa dan dipecat dari dinasnya di TNI AD. Vonis ini dijatuhkan dengan pertimbangan posisi dan citra TNI yang masih disoroti oleh beragam kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

“Jika penangan semacam ini dilakukan tentu bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI,” katanya.



Daftar pelanggaran hukum anggota TNI
Peristiwa pelanggaran hukum apa saja yang telah mencoreng nama besar Korps Tentara Nasional Indonesia? Berikut di antaranya.

Penculikan Aktivis Pro-Demokrasi
KASUS: Penculikan 23 orang aktivis pro-demokrasi menjelang Pemilihan Umum 1997 hingga lengsernya Soeharto pada 21 Mei 1998. Korban penculikan itu, 1 orang ditemukan meninggal. 9 orang kembali dalam keadaan hidup. Sementara 13 aktivis hingga kini tidak ketahui di mana rimbanya.

PELAKU: 11 prajurit Tim Mawar, sebuah tim kecil dari Kopassus Grup IV.

HUKUMAN:
1. Ketua Mahkamah Militer, Kolonel CHK Susanto melalui putusan nomor PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999 menvonis 22 bulan penjara kepada Komandan Tim Mawar, Mayor Inf Bambang Kristiono dan memecatnya sebagai anggota TNI.

2. Mahkamah juga memvonis Wakil Komandan Tim Mawar, Kapten Inf Fausani Syahrial Multhazar, Kapten Inf Nugroho Sulistiyo Budi, Kapten Inf Yulius Selvanus dan Kapten Inf Untung Budi Harto, masing-masing 20 bulan penjara dan memecat mereka sebagai anggota TNI.

3. Sisanya, 6 prajurit dihukum penjara tetapi tidak dikenai sanksi pemecatan sebagai anggota TNI. Mereka adalah Kapten Inf Dadang Hendra Yuda, Kapten Inf Djaka Budi Utama, Kapten Inf Fauka Noor Farid masing-masing dipenjara 1 tahun 4 bulan. Sementara Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto dan Sertu Sukadi hanya dikenai hukuman penjara 1 tahun.

4. Terkait tanggung jawab komando dan ketidakmampuan mengatahui kegiatan anggota, atas rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira, Panglima ABRI membebastugaskan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto dari dinas di TNI. Hukuman yang sama juga dijatuhkan kepada Mayjen TNI Muchdi PR dan Komandan Grup IV Kolonel Inf. Chairawan.

Penyiksaan Terhadap Warga Sipil
KASUS 1: Maret, 2010, terjadi penganiayaan yang dilakukan tentara. Kinderman Gire, seorang warga yang dicurigai terlibat kelompok bersenjata, meninggap.

PELAKU: Anggota Batalyon 753/AVT Nabire

HUKUMAN: Majelis Hakim Pengadilan Militer Jayapura menjatuhkan vonis kurungan: 6 bulan kepada Pratu Hasirun, 1,3 tahun kepada Pratu Heri P dan 7 bulan kepada Sertu ST Sihombing.

KASUS 2: Oktober 2010. Sebuah video yang menunjukkan penyiksaan yang dilakukan tentara kepada sejumlah warga yang diduga terlibat Organisasi Papua Merdeka (OPM). Video beredar di masyarakat melalui situs YouTube. Tindakan penyiksaan saat interogasi itu terjadi di di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.

PELAKU: Tentara di Pos TNI Gurage Tingginambut

HUKUMAN:
1. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Militer Jayapura Letkol Adil Karo-karo menjatuhi hukuman masing-masing 10 bulan kepada Serda Irwan Rizkiyanto (Wakil Komandan Pos), 9 bulan kepada Pratu Thamrin Mahangiri dan 8 bulan kepada Yakson Agu.

2. Dalam persidangan terpisah, Majelis Hakim menvonis Letda Cosmos, anggota Kesatuan 753 AVT/NABIRE Kodam XVII Cendrawasih, 7 bulan penjara.

KASUS 3: November, 2011. Penganiayaan terhadap 12 warga di Karulu, Jayawijaya, Papua, dengan bayonet.

PELAKU: Anggota TNI Angkatan Darat dari Korem 172/PWY.

HUKUMAN: Sebanyak 7 tentara ditarik dari tugasnya dan ditahan di Pos Militer, Wamena.

KASUS 4: Desember, 2011. Seorang tentara membunuh pacarnya, Siti Faizah, warga Kelurahan Banyumeneng, Kecamatan Mranggen Semarang lantaran merasa mengalami jalan buntu atas kisah cinta segitiga yang melilitnya.

PELAKU: Anggota TNI Kodam IV Diponegoro

HUKUMAN: Serda Yusuf Harnawan diganjar hukuman penjara 13 tahun.

KASUS 5: Juni, 2012. Sebanyak 8 warga mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah tentara. Kasusnya terkait konflik lahan di sekitar perkebunan Tlogorejo Baru, Malang, Jawa Timur. Usai bentrokan, 6 warga dinyatakan hilang.

PELAKU: Anggota Batalyon Zeni Tempur V Kepanjen TNI AD

HUKUMAN: Belum ada langkah konkret dari kasus ini.

Sumber:http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/tentara-dan-beragam-kisah-kekerasan-102502485.html
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Feature Posts
  • Comments

Entri Populer

  • Majapahit Negara Maritim, Apa Buktinya?
    Majapahit adalah kerajaan agraris yang mengembangkan kemaritiman secara luas di Nusantara dan pengaruhnya mencapai wilayah Asia Tenggara....
  • Misteri Kejayaan Indonesia atau Nusantara
    Saat ini, negeri kita Indonesia dianggap sebagai bangsa yang belum makmur,taraf kesejahteraan warganya rendah. Tingkat sumber daya manusia...
  • Mengintip Sejarah dan Budaya Pulau Batu Berbunga
    Kendari: Pulau Muna adalah sebuah pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Awalnya Pulau Muna dikenal dengan nama ...

Follow@Whitespiritual

Category

  • Artikel (10)
  • Banking (4)
  • Bisnis (5)
  • Investment (8)
  • News (28)
  • Nusantara (1)
  • Pendidikan (5)
  • Popular (7)
  • Property (1)
  • Sejarah (10)

Archive

  • 2013 (32)

Catwidget1

Catwidget2

Catwidget3

Catwidget4

Spiritual Boy © 2011. All rights reserved. Designed by SpicyTricks