Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah, membuka secara resmi
seminar akhir tahun perbankan syariah dengan tema "Peran dan Prospek
Perbankan Syariah dalam Pemerataan Ekonomi”, pada Senin, 17 Desember
2012, di Jakarta.
Seminar menghadirkan para pembicara yaitu Edy Setiadi (Direktur
Eksekutif - Kepala Departemen Perbankan Syariah BI), Burhanuddin
Abdullah (Rektor IKOPIN dan Mantan Gubernur BI), Pungky Sumadi (Direktur
Bappenas), Andi Buchori (Direktur Bank Muamalat Indonesia), Suwignyo
Budiman (Direktur BCA), serta Aries Mufti (Ketua Asosiasi BMT
Indonesia). Peserta yang hadir diperkirakan sebanyak 200 orang yang
berasal dari kalangan perbankan, pemerintah maupun universitas.
Sepanjang tahun 2012 dampak makro ekonomi berupa krisis keuangan global
yang cenderung melambatkan laju pertumbuhan ekonomi di banyak negara di
dunia, tetap memiliki pengaruh walaupun tidak signifikan terhadap
industri perbankan syariah nasional. Hal ini terlihat dari pertumbuhan
aset perbankan syariah yang masih relatif cukup tinggi, walaupun tidak
setinggi periode yang sama di tahun sebelumnya.
Penurunan pertumbuhan aset industri perbankan syariah nasional yang
signifikan dimulai pada bulan Maret sampai dengan bulan September 2012
akibat dari penurunan pertumbuhan DPK yang cukup tajam sehingga
pelambatan terjadi akibat kondisi domestik dan bersifat non-ekonomi.
Pada tahun 2013 diharapkan kondisi perekonomian global membaik dan
geliat ekonomi domestik semakin positif sehingga memberikan lingkungan
usaha yang kondusif bagi pertumbuhan industri perbankan nasional yang
lebih baik. Dengan kondisi tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan pada
tahun 2013, pertumbuhan aset perbankan syariah tetap akan berada dalam 3
skenario dari pesimis sampai dengan optimis dengan kisaran growth dari
36% - 58%.
Perkembangan perbankan syariah dalam kurun waktu satu tahun terakhir,
khususnya Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) yang
mendominasi aset perbankan syariah, masih tergolong cukup pesat sehingga
asetnya meningkat per Oktober 2012 (yoy) menjadi Rp 174,09 triliun.
Aset BUS dan UUS tersebut apabila ditambah dengan aset Bank Perkreditan
Rakyat Syariah (BPRS) yang sebesar Rp. 4,46 triliun, maka total aset
perbankan syariah per Oktober 2012 mencapai sekitar Rp. 179 triliun (±
37%, yoy). Pertumbuhan aset perbankan syariah ini masih berada dalam
koridor proyeksi pertumbuhan tahun sebelumnya yaitu diperkirakan pada
akhir tahun 2012 mencapai kisaran Rp. 177,8 – 205,8 triliun, terlebih di
akhir tahun pada umumnya aset perbankan syariah akan mengalami
peningkatan yang cukup berarti.
Upaya pengembangan pasar perbankan syariah yang telah dilakukan Bank
Indonesia dan pelaku industri yang tergabung dalam iB campaign mampu
memperbesar market share perbankan syariah dalam peta perbankan
sehingga mencapai ± 4,3% per Oktober 2012 dengan jumlah rekening
(pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga - DPK) di perbankan syariah mencapai ±
13,4 juta rekening (36,4%,yoy) serta jumlah jaringan kantor mencapai
lebih dari 2.574 kantor (25,3%, yoy).
Dalam rangka terus mendukung pengembangan perbankan syariah, pada tahun
2013 Bank Indonesia memandang perlunya langkah pengembangan dan
kebijakan perbankan syariah difokuskan pada hal-hal berikut :
1. Pembiayaan perbankan syariah yang lebih mengarah kepada sektor ekonomi produktif dan masyarakat yang lebih luas.
2. Pengembangan produk yang lebih memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor produktif.
3. Transisi pengawasan yang tetap menjaga kesinambungan pengembangan perbankan syariah.
4. Revitalisasi peningkatan sinergi dengan bank induk.
5. Peningkatan edukasi dan komunikasi dengan terus mendorong peningkatan
kapasitas perbankan syariah pada sektor produktif serta komunikasi
“parity” dan “distinctiveness”.
Untuk meramaikan seminar akhir tahun perbankan syariah tersebut,
diselenggarakan pula Bazaar Perbankan Syariah “iB Vaganza: Serunya
ber-Bank Syariah”, pada tanggal 17-19 Desember 2012 di Kompleks
Perkantoran Bank Indonesia. Bazaar ini merupakan salah satu bentuk
kolaborasi dan kerjasama Bank Indonesia dengan perbankan syariah dalam
pengembangan pasar perbankan syariah, yang diikuti oleh bank syariah
(BUS dan UUS) serta mitra binaan masing-masing bank. Kegiatan dalam
Bazaar ini meliputi berbagai kegiatan, antara lain Corporate Social
Responsibility (CSR) dan penggunaan dana kebajikan bank syariah yang
bekerjasama dengan Manajemen Masjid Bank Indonesia (pelatihan bisnis
online bagi Usaha Kecil Menengah (UKM), sunatan massal, pengobatan
gratis, pemberian santunan kepada penghafal Qur’an), talkshow (take over
pembiayaan ke bank syariah, tabungan syariah) dan kegiatan lain seperti
Hijab & Chic Muslim Tutorial serta Ngopi bersama iB disertai musik
akustik.
Jakarta, 17 Desember 2012
Kepala Departemen Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat
Dody Budi Waluyo
Direktur Eksekutif


0 komentar