Harga emas di pasar spot anjlok 1,9 persen dan bertengger di posisi 1.327 per troi ons atau sekitar 31 gram. Kemarin, komoditas tersebut mengalami masa pahit. Harganya mangalami kejatuhan paling dalam pada perdagangan harian, yaitu US4 125 per troi ons.
Rupanya, dari data yang dimiliki oleh Market Risk Advisory, perusahaan konsultan di Tokyo, Jepang, banyak investor yang menarik diri dari bursa komoditas. Di tengah situasi tak menentu, para investor lebih suka menimbun uang tunai ketimbang menyimpan pada instrumen emas.
Suasana ketidakpastian itu ditunjukan oleh beberapa hal. Terakhir, kondisi perekonomian Cina yang diharapkan bakal tumbuh lebih baik, ternyata di luar perkiraan. Lebih rendah dari harapan.
Begitu pun dengan indikator ekonomi Amerika. Bahkan Bank Dunia ikut mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi global, termasuk sejumlah kawasan di Asia, harus dikoreksi. Inilah yang makin memunculkan ketidakpastian bagi para investor, sehingga menempatkan dana pada instrumen investasi apa pun, baik saham maupun emas menjadi berisiko tinggi.
Dalam situasi seperti ini, para investor memilih uang tunai. Targetnya, berburu instrumen investasi saat suasana sudah mudah diprediksi. Kemungkinan aksi tersebut disiapkan untuk semester kedua tahun ini.
Akibatnya, dalam hitungan Naohiro Niimura dari Market Risk Advisory, seperti dikutip Reuters, harga emas bakal tertekan paling dalam. Surat utang negara diperkirakan bakal jadi pilihan para investor.

0 komentar